Mun ngaku wong Cerbon, bli afdol mun muludan bli tuku tahu petis

 

Menjelang digelarnya tradisi Muludan, beberapa pedagang musiman sudah mulai menggelar aneka barang dagangannya. Mulai dari pakaian, kerajinan tangan, hingga beraneka ragam makanan.


Dari sekian banyak jenis makanan yang berebut pembeli di arena muludan itu yang cukup banyak penjualnya adalah tahu petis. Selain murah, jajanan berupa tahu goreng yang ditaburi garam halus dan disertai petis beraroma udang ini seakan menjadi ikon dari perayaan muludan di Cirebon.


Bahkan ada kesan kurang lengkap rasanya jika saat berkunjung ke muludan tanpa sempat mencicipi tahu petis. Padahal mulai sore hingga malam, pedagang tahu petis kerap menjajakannya pada beberapa tempat di Cirebon.

 
Dari bentuknya yang berupa segitiga karena memang dipotong melintang dari bentuk asalnya, tahu petis ini berbeda dengan tahu Sumedang atau tahu kuningan. Meskipun digoreng kering namun isi atau daging bagian dalam tahu masih terasa berisi atau tidak berongga. Karena terasa lebih berdaging itulah tahu goreng ini lebih enak dinikmati bersama petis atau cabe rawit.

 
Beberapa pedagang tahu petis yang ditemui mengatakan dengan semakin naiknya kedelai sebagai bahan utama pembuatan tahu, tahun ini harga tahu petis naik. Kini rata-rata pedagang menjualnya dengan harga Rp 300 – Rp 400 per bijinya. “Yaa..maklum Mas semua sudah serba mahal sekarang,” tutur Mutsirah yang berjualan di sekitar pintu gerbang Alun-alun Keraton Kasepuhan.

 
Lekatnya tahu petis dengan perayaan muludan terucap dengan celeotehan yang berkembang di masyarakat. Mun ngaku wong Cerbon, bli afdol mun muludan bli tuku tahu petis. Artinya, kalau merasa jadi orang Cirebon, tidak afdol ke Muludan jika tidak membeli tahu petis.(BC-55)

 

Kesuwun kanggo http://www.beritacerbon.com sing wis tak jukut tulisane…kesuwun Lud!

Iklan