Liputan6.com, Cirebon: Kondisi Klenteng Talang di Kota Cirebon, Jawa Barat, memprihatinkan. Dari pemantauan SCTV, baru-baru ini, beberapa bagian klenteng kurang terawat. Pengurus rumah ibadah umat Buddha ini mengaku tak memiliki cukup dana buat mengurus kelenteng. Selama ini, biaya perawatan berasal dari sumbangan umat yang berkunjung. Sudah begitu, jemaah yang datang juga tak banyak karena Klenteng Talang biasa digunakan buat menghormati leluhur yang abu jenazahnya disimpan di sana.


Klenteng yang dibangun pada abad XIV ini adalah satu di antara situs budaya yang dilindungi–sebagai bukti masuknya Cina ke Tanah Air. Tempat tersebut juga menjadi saksi sejarah masuknya Islam dan Buddha ke Indonesia. Nama Talang berasal dari kata Toa-Lang yang berarti orang-orang besar. Di masa silam, Klenteng Talang menjadi tempat sembahyang Sam Po Toa Lang atau Tiga Orang Besar: Laksamana Besar Haji The Ho atau Cheng Ho, Laksamana Haji Kung Wu Ping dan Laksamana Haji Fa Wan atau Fa Hien. Mereka adalah tokoh Islam, utusan kaisar dari Dinast Ming yang pernah singgah di Indonesia. Perpaduan Islam dan Cina bisa terlihat pada ukiran tiang penyanggu yang tak ditemui di vihara lain di seluruh Indonesia.(SID/Ridwan Pamungkas)

dijukut sing http://berita.liputan6.com/ kesuwun kang…

Iklan