Bacakan sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh anak-anak, walaupun kadang-kadang membuat para orang tua terbebani untuk menyediakan anggaran lebih (budget) untuk menyambut bacakan dalam rangka melaksanakan permintaan anak-anaknya.

Bacakan paling ditonggoni ding bocah-bocah cilik, kadang-kadang gawe wong tua dadi kebebani mumet kudu nyedia-aken duit go nuruti pengenan bocah-bocahe.

Bacakan atau bancakan adalah acara pesta giling hampir sama dengan karnaval, yang diselenggarakan oleh pabrik gula (dulu Tersana Baru) Rajawali di Desa Babakan. Pesta ini diadakan sebagai tanda dimulainya kegiatan penggilingan tebu di pabrik gula serta dalam rangka syukuran panen tebu.

Bacakan atau bacakan pesta giling pada karo acara karnaval sing diselenggaraaken ding pabrik gula tersana baru (sakien PT. Rajawali) ning desa babakan. Pesta kie di-ana-aken go tanda mulaine penggilingan tebu karo syukuran hasil panen tebu sing sukses.

Bacakan diramaikan dengan pasar dan hiburan-hiburan. Pasar terdiri atas para pedagang mainan, panganan dan sandang kebutuhan sehari-hari yang jarang ditemukan pada hari biasa, diantaranya

Bacakan ramene ding pasar karo hiburan. Pasare ana sing dagang dolanan, panganan, klambi kebutuhan sedina-dina sing jarang ana ning dina biasa, yaiku:

A. Pasar

1) mainan : boneka, perahu, pistol air, motor2an dari kaleng (yang diputar dengan benang) dll.

2) panganan dan minuman: jajanan martabak ‘Teluk bayur’, tahu petis, bakso ‘rudal’, mie ayam, buah-buahan, temulawak dll.

3) sandang : sepatu ‘sanutra sport’, kaos gaul, jaket, jeans dll.

4) Tukang obat dengan atraksi sulapnya yang membuat anak-anak dan orang dewasa tercengang

B. Hiburan

1) Tong setan , yaitu rumah-rumahan yang berisi hantu-hantu yang menyeramkan untuk menakut-nakuti pengunjung

2) Atraksi motor trail berputar-putar di dalam bola raksasa

3) Komidi putar, dengan kuda-kudaannya

4) Ombak banyu

5) Korsel dll.

Para pedagang dan pemilik hiburan yang berpartisipasi adalah penduduk asli dan pendatang berasal dari Padang, Brebes, Losari, Kota Cirebon dll.

Tukang dagange ana sing penduduk asli karo pendatang sing asale daerah Padang, Brebes, Losari, cirebon dll.

Acara puncak pesta ini adalah adanya arak-arakan “pengantin tebu” yaitu sebagai simbol bibit tebu. Pada acara puncak sepanjang jalan raya babakan yaitu dari daerah Karanganyar (perumahan pegawai pabrik gula) sampai dengan perempatan Balai Desa Babakan (alun-alun) menjadi macet total, sehingga mobil-mobil elf dan kendaraan lain dari arah utara dibelokkan (perempatan SMAN 1 Babakan) ke kanan ke Desa Dompyong menuju Desa Serang/Gembongan yang kemudian akan bertemu lagi di Jalan Raya Babakan pada perempatan Balai Desa Babakan (alun-alun Babakan).

Acara puncake ana pawai penganten tebu sing dadi lambang bibit tebu. Lamon acara puncak dalan Babakan dadi macet sing mulai Karanganyar sampe prapatan bale desa Babakan. Mobil elf karo kendaraan sejene sing lor dibelokaken ning dompyong (prapatan SMAN Ciledug/sakien SMAN 1 Babakan) sing akhire ketemu maning dalan Babakan ning prapatan bale Desa Babakan)

Biasanya anak-anak sekolah (termasuk saya) bahkan ada beberapa pasangan ‘pacaran’ lebih baik berjalan kaki ke/dari sekolah, sambil menikmati keramaian pesta tersebut dengan sekali-sekali mampir ke penjual jajanan dan minuman.

Biasane bocah sekola (termasuk aku) karo sing pada demenan mangkat/balik sekola pada mlaku-mlaku karo nikmati ramene bacakan sekali-sekali mampir tuku jajan karo minuman.

Acara ini banyak memberi berkah baik bagi pendatang yang berjualan maupun pedagang penduduk asli serta para tukang parkir (taro motor dan sepeda). Namun ada beberapa kejadian tidak mengenakkan sering terjadi yaitu adanya tawuran antar pemuda desa dan pelajar ini mungkin akibat adanya pertemuan para pemuda dan pelajar yang memusat di sekitar jalan raya Babakan.

Acara kie akeh nein berkah ning pedagang karo tukang parkir (taro motor & sepeda). Kadang-kadang ana kejadian sing blenaki yaiku bocah-bocah ‘nom karo bocak skola sok pada gulet soale pada ketemu ning kene.

Mudah-mudahan acara ini tetap dilestarikan. Mungkin kalau dikelola dengan serius dapat dijadikan sebagai objek wisata di wilayah Cirebon Timur.

Muga-muga acara kie tetap dilestari-na. Apamaning lamun diurus serius bisa dadi objek wisata ning wilayah Cirebon wetan.

Demikian kenangan saya pada saat bacakan, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam informasi yang disampaikan. terima kasih sudah membaca. Ditunggu komentar dan pelurusan apabila ada yang bengkok.

dijukut sing http://sman1babakan.site40.net/ kesuwun Kang…

Iklan